Bukan sangat tangisan rindu buatmu.
Tapi aku tangiskan Rindumu yang tak terkira padaku.
Hingga sanggup kau Nabiku.
Di akhir hayat jasadmu.
Tika menarik nafas terakhirmu.
Kau menyebut tentangku Ummat-mu.
"Ummati, Ummati, Ummati"
Padahal kalau kau sebut satu kali saja pun.
Cukup untuk aku rasakan.
Betapalah Nabiku itu rupanya menyayangi Umatnya.
Lebih dari Ibu yang sangat menyayangi Anaknya.
Aku faham kini, bahwa seelok kewafatanmu.
Nabiku sebenarnya telah mulai menangis.
Menangisi Ummat yang akan hidup
Generasi ke generasi.
Kurun ke kurun.
Sampai Kiamat.
Dalam keadaan disangka Nabi nya tiada!
Umat yang datang ke bumi untuk ditatang YAHUDI!
Lalu mereka beramai-ramai menjadi YAHUDI!
Tapi sangat mengaku ISLAM!
Sangat menyangka mereka ada ALLAH Nabi MUHAMMAD!
Ohh, Lamanya, Lamanya Nabiku menanggung derita.
Menyaksikan orang-orang kesayangannya berada dalam NERAKA!
Menangis 1000 tahun lebih dalam keadaan siapapun tak tahu.
Oh Tuhan..
Nabi juga sanggup terhina 1000 tahun lebih.
Betapalah aku tidak menangis!
Dan berjanji untuk membalasi Cinta Rindumu..
Nukilan YM Dato' Ibu

